Sehari menjelang pembukaan pendaftaran Capres-Cawapres dua bakal calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto, hingga kini belum mengumumkan pendampingnya. Parpol koalisi pendukung Jokowi dan Prabowo pun masih menutup rapat nama Cawapres.
Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan, pengumuman Cawapres tak perlu tergesa-gesa. Menurut dia, menunggu momen merupakan bagian dari strategi politik guna mengetahui manuver lawan politik untuk mempertajam opsi-opsi strategi.
"Dalam politik, kesabaran mengulur pilihan, sambil melihat dinamika yang terjadi dan evolusi opsi yang ada, penting," kata Hendrawan saat dihubungi merdeka.com, Jumat (3/8).
Hendrawan menilai setiap parpol memiliki strategi khusus untuk mengetahui lawan politiknya. Sehingga dia melihat tudingan kubu Prabowo yang menilai Jokowi belum mengumumkan Cawapresnya karena merasa tidak percaya diri tak tepat.
"Ya biasa. Mereka ingin kita duluan supaya diuntungkan dapat info terakhir," kata dia.
Dia melihat tudingan tersebut menunjukkan kubu Prabowo kebingungan menghadapi strategi dilancar kubu Jokowi mengani pengumuman Cawapres. Sebab, menurut dia, belum tercapai kesepakatan antar parpol koalisi di kubu Prabowo membuat mantan Danjen Kopassus tersebut tak kunjung mengumumkan nama pendampingnya.
"Intinya, kalau kami terakhir mereka dalam posisi bimbang dan bingung. Strategi menciptakan informasi yang asimetris, yang tak terduga, merupakan strategi jitu dalam kontestasi head-to-head," pungkasnya.
Sebelumnya, Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade melihat kubu Jokowi panik lantaran sampai saat ini belum mengumumkan Cawapresnya. Padahal, ujar dia, Jokowi sering menyebut Cawapresnya sudah di kantong. Hal ini terlihat bahwa Jokowi menunggu siapa yang dipinang oleh Prabowo.
"Karena sampai sekarang katanya (Jokowi) sudah di kantong saya, sudah beres, kenapa nunggu akhir-akhir tanggal 9 atau tanggal 10? Kenapa harus menunggu siapa yang dipilih pak Prabowo? Ini kan ada kekhawatiran kubu pak Jokowi, kalau kubu pak Jokowi enggak khawatir sudah yakin menang ya sebelum pendaftaran sudah mengumumkan, ini enggak percaya diri, nunggu calon pak Prabowo dulu," kata Andre saat dihubungi merdeka.com, Kamis (2/8).
Andre melanjutkan, saat ini cawapres Prabowo sudah mengerucut tiga nama. Yakni Ustaz Abdul Somad, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri dan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Ya itu yang dibilang pak Fadli (Waketum Gerindra) pak Salim, ustaz Abdul Somad dan AHY," tandasnya.







No comments:
Post a Comment