Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim bahwa negaranya menjadi target dari hampir 25 juta serangan siber selama perhelatan Piala Dunia.
"Selama Piala Dunia, hampir 25 juta serangan siber dan tindakan kriminal lain mengganggu struktur informasi di Rusia," kaya Putin dalam sebuah pertemuan, dikutip Channel News Asia, Senin (16/7).
Meski demikian Putin enggan membeberkan pihak mana berada di balik serangan tersebut. Dia juga tidak memberikan informasi tentang jenis dan asal mula serangan tersebut.
Putin pun menyatakan berkat kerja keras tim pengaman teknologi informasi Rusia, serangan-serangan itu berhasil dinetralkan.
"Di balik keberhasilan Piala Dunia, terdapat persiapan, upaya operasional, analisa, dan informasi yang kami kerahkan. Kami beroperasi pada kapasitas dan konsentrasi yang maksimum," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, Rusia menjadi tuan rumah Piala Dunia dari 14 Juni hingga 15 Juli kemarin. Pertandingan sepak bola bergengsi itu digelar di 11 kota dan 12 stadion.







No comments:
Post a Comment