Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali menuai kontroversi setelah pekan lalu dia mempertanyakan logika Tuhan di hadapan warganya yang mayoritas beragama Katolik. Kali ini pria 73 tahun itu mengatakan dia bersedia mundur jika ada orang yang bisa membuktikan keberadaan Tuhan, misalnya lewat sebuah foto atau bersawafoto dengan Tuhan.
"Kalau ada salah seorang di antara kalian yang bilang sudah pernah ke surga, berbicara dengan Tuhan, melihat Dia langsung, saya akan mundur sebagai presiden malam ini juga. Saya hanya butuh satu orang yang mengatakan, "Saya disuruh pergi ke surga dan berbicara kepada Tuhan. Tuhan benar-benar ada. Kami punya fotonya dan saya berswafoto dengan Tuhan," kata dia di hadapan sekitar 1000 orang peserta Pekan Sains dan Teknologi Nasional 2018 di Kota Davao, seperti dilansir laman Sputnik News, Sabtu (7/7).
Meski begitu Duterte mengatakan dia bukannya tidak percaya kepada Tuhan.
"Saya suka bicara soal banyak hal. Saya percaya kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Saya tidak pernah bilang saya tidak percaya Tuhan. Saya bukan agnostik dan bukan ateis. Saya hanya seorang manusia yang percaya ada suatu kekuatan di luar sana yang mengendalikan semesta," kata dia.
Duterte menuturkan dia hanya mempertanyakan mengapa ada banyak penderitaan dan ketidakadilan di dunia.
"Kita tidak akan pernah tahu sampai mungkin Tuhan menentukan kapan waktunya ita tahu jawabannya," kata dia lagi.
Presiden Filipina itu pekan lalu mempertanyakan soal mengapa Tuhan menciptakan surga tapi kemudian membuat manusia yang ada di dalamnya berbuat dosa hingga diusir, merujuk kisah Adam dan Hawa.
"Jadi di mana logika Tuhan itu? Dia menciptakan dunia yang sempurna tapi kemudian menggoda manusia dengan ular dan apel lalu dia membuat kita melakukan suatu perbuatan yang bahkan kita tidak menyetujuinya dan itulah dosa asal," ujar Duterte.
Akibat perkataannya itu Duterte menuai kecaman, termasuk dari sesama pendukung politiknya. Salah satu pastur Katolik bahkan menyebut dia psikopat.







No comments:
Post a Comment