Politikus Hanura Inas Nasrullah menilai bahwa Habib Rizieq Shihab mengendalikan empat parpol yakni Gerindra, PKS, PAN dan PBB yang dicanangkannya sebagai koalisi umat. Menurut Inas, arah menurut politik Pilpres 2019 koalisi umat juga ditentukan oleh Rizieq.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengatakan bahwa pernyataan Inas tak mengerti koalisi umat.
"Itu kan dia enggak tahu apa-apa ya, jadi kita maklumlah pendapat yang seperti itu. Kan mekanisme yang ada itu kita sama-sama tahu yang mengajukan partai politik, bahwa kita membutuhkan dukungan dari manapun. Apalagi dukungan dari ulama saya kira bagus sekali, dan Habib Rizieq bagaimanapun adalah tokoh ulama yang berpengaruh yang saya kira bagian dari masyarakat," katanya di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Kamis (7/6).
Dia menambahkan, seluruh aspirasi dari Rizieq maupun siapapun akan diterima. Sebagai parpol, menurut Fadli, mesti terbuka dengan keinginan rakyat.
"Kita yang penting untuk menyampaikan aspirasinya, saya kira aspirasi itu kita terima dengan lapang dada, terbuka begitu, dan ada suatu keinginan bentuk koalisi keumatan dan kerakyatan seharusnya lah. Dan menurut saya memang sudah seharusnya demikian. Jadi saya kira tanggapan dari Hanura itu enggak penting lah," tandasnya.
Wakil Ketua DPR ini juga melihat baik adanya koalisi umat. Tanpa koalisi umat pun, Gerindra, PKS dan PAN juga sudah bersekutu di sejumlah Pilkada di beberapa daerah.
"Memang sedang menuju juga, yang dimaksud koalisi keumatan itu, kalau itu adalah Gerindra, PKS dan PAN selama ini kan kita sudah melakukan. Bukan akan sudah melakukan, di Jawa Barat, di Jawa Tengah, di Sumatera Utara, Sulawesi di beberapa tempat ya ini kan artinya bukan sesuatu wacana saja, tetapi sudah dilakukan untuk Pilkada tinggal nanti menuju Pilpres," tandasnya.







No comments:
Post a Comment