Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menilai cara kerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam memimpin Ibukota tidak sistematis, Fahri menganggap cara kerja semacam ini membuat Anies banyak terganggu dengan hal-hal kecil seperti perubahan nama jalan termasuk penyetopan izin operasi Hotel Alexis.
Hal ini menyikapi kabar kembali beroperasinya griya pijat dan spa Alexis yang disamarkan menjadi tempat karaoke 4Play, restoran, XiSkaraoke dan BathHouse.
Fahri menyebut Anies tidak fokus karena terlalu sibuk dengan perencanaan dan melayani kerja sektoral, padahal menurutnya, untuk perencanaan dan kerja sektoral, sudah ada birokrasi yang mengurusnya, kerja dari Gubernur DKI Jakarta, kata dia, sudah hampir seperti dengan Kepala Negara.
Dengan demikian, Anies mengetahui jika ada kegiatan melanggar hukum di Alexis serta dapat menidaklanjuti dengan penutupan melalui kepolisian, dia menegaskan masalah ini tidak perlu di besar-besarkan.
Fahri meminta mencontoh Presiden Indonesia ke 2 RI, Soeharto yang tidak banyak bicara tetapi menerapkan kedisplinan sehingga hasil kerjanya terlihat.
Diketahui, kabar beoperasinya unit usaha Hotel Alexis sempat membuat kaget meski belakangan dipastikan Sandiaga izin karaoke 4Play masih berlaku tak menyalahi aturan.
Pihak Alexis Group juga membenarkan yang tetap beroperasi adalah karaoke 4Play, izin usaha itu tergabung bersama enam izin lainnya.
Dua bulan setelah isu itu mereda, belakangan Sandiaga mencurigai ada kegiatan menyimpang seperti praktik 4Play di karaoke 4Play, kecurigaan itu muncul setelah dirinya mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.







No comments:
Post a Comment