Trik Google Agar Perempuan Indonesia Bergelut di Dunia Teknologi - Kabar Berita Terkini | Berita Aktual & Terpercaya | Baca Berita Setiap Hari

Tuesday, May 1, 2018

Trik Google Agar Perempuan Indonesia Bergelut di Dunia Teknologi


លទ្ធផល​រូបភាព​សម្រាប់ google

Peran perempuan di ranah teknologi masih terbilang minim. Para pemuka teknologi di Silicon Valley pun tengah gencar melakukan berbagai pendekatan demi meningkatkan keterlibatan perempuan.

Contohnya, Sheryl Sandberg yang bekerja sebagai COO (Chief Operating Officer) di Facebook yang meluncurkan gerakan 'Lean In' agar para perempuan saling mendukung, terutama di bidang teknologi dan sains.

Tak mau ketinggalan, Google turut melakukan langkah agar perempuan Indonesia lebih percaya diri di dunia teknologi, yaitu dengan membuka grup studi tekno khusus perempuan pada program Indonesia Kejar Android dan Developer Student Club (DSC) di Indonesia. 

Kedua program tersebut mengajarkan peserta cara membuat aplikasi untuk membantu permasalahan masyarakat setempat.

Dengan adanya grup studi khusus perempuan, maka diharapkan peserta perempuan dapat saling berinteraksi dengan nyaman tanpa harus minder pada peserta laki-laki yang mungkin sudah lebih paham teknologi.

"Mendorong keterlibatan perempuan adalah sesuatu yang kami fokuskan. Kami ingin membuat lebih banyak usaha agar lebih banyak perempuan yang bergabung," kata Erica Hanson, Developer Relations Program Manager Google kepada Tekno Liputan6.com di Jakarta, belum lama ini.

"Kami membuat grup studi tekno khusus perempuan karena ingin memberikan mereka (para perempuan) kesempatan untuk belajar bersama para perempuan lain," lanjutnya.

"Seorang peserta bilang padaku bahwa ia tidak bisa belajar bila tidak ada lingkungan ini (grup studi perempuan). Ia bilang, 'Aku merasa nyaman bergabung di grup studi ini karena aku khawatir (di luar grup ini) pelajarannya akan terlalu cepat','" kenang Erica.

"Hal ini menjadi fokus saya. Saya sangat berminat terhadap hal ini (keterlibatan perempuan)," ia melanjutkan.

Selama ini para jagoan di dunia teknologi memang didominasi laki-laki, pendiri Google, Facebook, Twitter, semuanya adalah laki-laki.

Google mengambil inisiatif untuk mengganti citra dunia teknologi yang lekat dunia laki-laki dengan cara melakukan exposure para perempuan di bidang teknologi, contohnya dengan menghadirkan banyak pembicara dari kalangan perempuan untuk menginspirasi bagi kaumnya.

"Kami mengundang wanita sebagai pembicara (di acara teknologi), jadi orang-orang dapat melihat perempuan di panggung," kata Erica.

Erica bercerita saat menjadi pembicara di dua universitas di Jakarta, saat itu ada tiga orang perempuan sebagai pembicara.

"Kami berbicara di dua universitas itu tentang DSC, tentang open source, dan Google Summer of Code. Lalu ada dosen yang bilang banyak perempuan yang datang ke acara ini ketimbang biasanya, dan dosen itu bilang karena ada tiga perempuan yang menjadi pembicara," Erica menjelaskan.

"Kemudian dosen itu bilang bahwa banyak mahasiswi yang hadir ke acara karena ada perempuan sebagai pembicara. Jadi saya berpikir hal itu (menghadirkan figur perempuan di panggung) mendorong para perempuan untuk hadir," lanjut Erica.

Selama ini para jagoan di dunia teknologi memang didominasi laki-laki, pendiri Google, Facebook, Twitter, semuanya adalah laki-laki.

Google mengambil inisiatif untuk mengganti citra dunia teknologi yang lekat dunia laki-laki dengan cara melakukan exposure para perempuan di bidang teknologi, contohnya dengan menghadirkan banyak pembicara dari kalangan perempuan untuk menginspirasi bagi kaumnya.

"Kami mengundang wanita sebagai pembicara (di acara teknologi), jadi orang-orang dapat melihat perempuan di panggung," kata Erica.

Erica bercerita saat menjadi pembicara di dua universitas di Jakarta, saat itu ada tiga orang perempuan sebagai pembicara.

"Kami berbicara di dua universitas itu tentang DSC, tentang open source, dan Google Summer of Code. Lalu ada dosen yang bilang banyak perempuan yang datang ke acara ini ketimbang biasanya, dan dosen itu bilang karena ada tiga perempuan yang menjadi pembicara," Erica menjelaskan.

"Kemudian dosen itu bilang bahwa banyak mahasiswi yang hadir ke acara karena ada perempuan sebagai pembicara. Jadi saya berpikir hal itu (menghadirkan figur perempuan di panggung) mendorong para perempuan untuk hadir," lanjut Erica.

No comments:

Post a Comment

Agen Poker Terbaik di Indonesia