
Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump berhak mendapatkan Nobel Perdamaian atas usahanya untuk mengakhiri ketegangan dengan Korea Utara terkait program nuklir dan rudal balistiknya. Hal itu diungkapkan oleh seorang pejabat Korea Selatan.
“Presiden Trump seharusnya memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian. Yang kami butuhkan hanyalah kedamaian, ” kata Moon pada pertemuan menteri senior yang dikutip seorang pejabat Gedung Biru kepada media sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (2/5/2018).
Dalam pertemuan tingkat tinggi (KTT) antar-Korea pekan lalu, Pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan telah berjanji untuk mengakhiri permusuhan dan bergerak menuju denuklirisasi total di Semenanjung Korea. KTT tersebut dilihat sebagai sebuah langkah besar menuju perdamaian antara dua Korea yang terlibat permusuhan selama beberapa dekade terakhir dan dianggap tidak lepas dari upaya Amerika Serikat dengan Trump sebagai presidennya.
Pemerintahan Trump memimpin upaya global untuk menerapkan sanksi yang lebih ketat terhadap Korea Utara. Sanksi tersebut dinilai memiliki pengaruh besar pada perubahan sikap Korea Utara terhadap Amerika Serikat dan Korea Selatan sejak awal tahun ini.
Sang presiden sendiri saling bertukar ancaman dan kecaman dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un terkait pengembangan rudal balistik Korea Utara yang diklaim mampu mencapai Amerika Serikat.
Pada Januari, Moon mengatakan bahwa perundingan KTT antar-Korea bisa terjadi karena tekanan dan sanksi Amerika Serikat terhadap Pyongyang.
Sepanjang sejarah, sudah ada empat presiden Amerika Serikat yang menerima Nobel Perdamaian, termasuk pendahulu Trump, Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama pada 2009. Selain Obama tiga presiden Amerika Serikat lain yang juga mendapat anugerah itu adalah: Theodore Roosevelt, Woodrow Wilson dan Jimmy Carter.
Komentar Moon mengenai hadiah Nobel Perdamaian itu muncul setelah dia mendapat ucapan selamat dari mantan Ibu Negara Korea Selatan, Lee Hee-ho. Dia adalah istri dari mendiang Presiden Kim Dae-jung yang menerima Nobel Perdamaian pada 2000 atas upayanya membangun perdamaian dengan Korea utara selama masa pemerintahannya dari 1998 sampai 2003.
Moon mengatakan bahwa Trump-lah yang seharusnya menerima hadiah itu.
Trump direncanakan untuk melakukan pertemuan dengan Kim Jong-un di Rumah Perdamaian di Desa Panmujom, perbatasan Korea Utara dengan Korea Selatan dalam beberapa pekan ke depan. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo mengatakan, Washington akan tetap mempertahankan sanksi ketat dan tekanan terhadap Korea Utara sampai Kim Jong-un menghapus program senjata nuklirnya.






No comments:
Post a Comment