Cerita Antasari sebelum Rp 6,7 T mengucur ke Century - Kabar Berita Terkini | Berita Aktual & Terpercaya | Baca Berita Setiap Hari

Thursday, April 12, 2018

Cerita Antasari sebelum Rp 6,7 T mengucur ke Century

Sambil duduk dan menonton televisi Antasari Azhar menerima kedatangan kami di rumahnya, kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (11/4) siang. Dia tengah sendiri. Hanya ada asisten rumah tangga. "Anak dan cucu saya sedang di luar kota," kata Antasari membuka pembicaraan.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampak santai. Hanya mengenakan kaus putih dan celana jins. Segelas kopi menemaninya. Tanpa basa basi, Antasari berbagi cerita. Menanggapi kembali mencuatnya kasus bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. PN Jakarta Selatan mengabulkan praperadilan sekaligus meminta KPK memeriksa dan menetapkan mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono sebagai tersangka. Dia masih ingat betul hari itu. Kamis, 9 Oktober 2008.

Antasari memenuhi undangan dari Istana Negara. Rapat terbatas. Tidak tahu materi yang akan dibahas. Hanya beberapa pejabat negara yang hadir. Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD), Jaksa Agung Hendarman Supandji, Ketua BPK Anwar Nasution, Kepala BPKP, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sri Mulyani dan Menteri Koordinator bidang Polhukam Widodo A.S, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Rapat dimulai pukul 09.00 WIB.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin langsung. Poin penting yang disampaikan soal ancaman dari krisis global. "Saya tidak ingin Indonesia mengalami kejadian seperti 1998. Kira-kira begitu ucapan Pak SBY," ujar Antasari menirukan pernyataan SBY. "Maka kita perlu terobosan-terobosan," tambah Antasari kembali menirukan SBY. Antasari masih belum mengerti maksud pernyataan itu.

Tidak spesifik disebutkan terobosan yang akan diambil pemerintahan SBY untuk mengantisipasi agar tak terjadi krisis. Semua yang datang terdiam. Pandangan SBY lalu mengarah pada Antasari. Lantas meminta pendapatnya. "Bagaimana menurut Ketua KPK?" tanya SBY. "Saya katakan, kalau kebijakan itu demi kepentingan rakyat, saya dukung. Tetapi, kata saya, jika ada oknum-oknum yang coba bermain, saya sikat.

Bahasa saya saat itu ya saya sikat," kata Antasari. Antasari sempat memerhatikan wajah kepala negara. Sedikit ada perubahan usai mendengar pernyataannya. Dia juga sempat melirik ke arah Hatta Rajasa. "Sepertinya Pak Hatta ingin memberi saya kode, tapi saya pura-pura tidak lihat," katanya.

 Lalu SBY bertanya pada Jaksa Agung Hendarman Supandji. "Kalau Jaksa Agung hanya bilang, 'Saya dan Pak Antasari itu satu guru satu ilmu'," kata Antasari menirukan ucapan Hendarman. Setelah itu, SBY memerintahkan Menko Perekonomian Sri Mulyani untuk menyiapkan terobosan.

Tak lupa berpesan agar memerhatikan yang disampaikan Antasari dan Hendarman. Seingatnya, rapat siang itu berlangsung dua jam. Setelah rapat, Hatta menghampiri Antasari.
Dikatakan Hatta, pernyataan Antasari terlalu keras. Namun itu disampaikan sambil bergurau.

No comments:

Post a Comment

Agen Poker Terbaik di Indonesia